Beranda Serba Serbi Mengintip “Cafe Sawah Buatan” di Desa Wisata Pujon Kidul

Mengintip “Cafe Sawah Buatan” di Desa Wisata Pujon Kidul

Oleh: Karaeng Nono*

Pada hari Rabu 8 januari 2019, saya beserta Ketua Komunitas Pemuda Pemerhati Bombo Ncera (KPPBN) dan adik-adik mahasiswa Ncera, Diha dan Soki yang memperdalam ilmu di kota pendidikan yang bertempat di Kota Malang menyambangi salah satu desa. Tepatnya di Desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Kunjungan ini  dalam rangka menindak lanjuti surat yang kami kirim pada tanggal 28 Desember 2019 untuk melakukan “Study Banding” di Desa Pujon Kidul. Ini agar kami mendapat referensi sebagai pemuda yang ada di Desa Ncera, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima.

Insya Allah kami memiliki niat membangun “Dana ro Rasa” dalam segala sektor, lebih utama di bidang parawisata.

Dalam pertemuan ini, kami memulai diskusi sambil menggali sejarah berdirinya “Cafe Sawah Buatan” di Desa Wisata Pujon Kidul Kabupaten Malang.

Bersama kami, ikut serta pengurus BUMDes, Karang Taruna dan Pokdarwis setempat.

Setelah jauh berdialog, banyak hal yang menarik dan membuat kami semakin optimis. Memiliki semangat juang yang tinggi dalam membangun “Dana ro Rasa Ncera” ke depan.

Menurut keterangan dari pemuda dan masyarakat setempat, bahwa membangun Pujon Kidul itu murni dari cara pandang yang sama dari semua unsur. Bersatu padu dan saling bahu membahu untuk mengembangkan potensi desa.

Konon ceritanya, desa ini merupakan desa yang dahulunya rawan konflik (Zona Merah) sebelum dinobatkan menjadi Desa Wisata pada tahun 2014 yang lalu.

Semangat juang yang tinggi dari Pokdarwis, Karang Taruna dan rekan-rekan pemuda yang lain, sehingga berdiri “Cafe Sawah”. Walau pada masa itu tidaklah indah seperti sekarang.

Pengorbanan dari teman-teman muda yang ada di desa Pujon Kidul Kabupaten Malang patut diapresiasi. Karena dalam upaya membangun desanya pada masa itu, terdengar suara-suara sumbang dari masyarakat yang tak sadar lingkungan. Cemoohan sampai air matapun ikut mewarnai perjuangannya.

Mereka tetap semangat, sampai akhirnya dinikmati oleh masyarakat sekarang. Sehingga pada tahun 2015 pemerintah desa yg dipimpin langsung oleh Kepala Desa Pujon Kidul, Udi Hartoko, menetapkan struktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).  Tujuannya meningkatkan pemberdayaan dan perekonomian masyarakat desa setempat.

Sehingga dari itu Pemerintah Desa menyodorkan anggaran untuk BUMDesa sebanyak Rp 60.000.000. Yang kemudian BUMDesa membentuk bidang-bidang yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan perekonomian desa setempat.

Salah satunya dibentuklah bidang pengembangan pariwisata. Sehingga teman-teman pokdarwis yang dibantu sebagian pemuda mengambil bidang itu sendiri.

BUMDesa menitipkan anggaran sebanyak RP. 30.000.000 untuk memulai mendesain “Cafe Sawah Buatan” itu sendiri terhadap bidang pengembangan pariwisata yang dibantu oleh karang taruna.

Sehingga tepat pada awal 10 oktober tahun 2016, diresmikanlah cafe sawah tersebut.

Sejak itulah, tumbuh berkembanglah PAD (Pendapatan Asli Desa) Desa Pujon Kidul. Di bawah naungan BUMDes, masyarakat yang pengangguranpun, seperti halnya para preman dan lain-lainnya dikasih pekerjaan dengan gaji kisaran Rp 1,5 juta perorang.

Pengurus BUMDesa yg terdiri dari 182 orang yang notabenenya masyarakat setempat, hanya bermodalkan ijazah SD atau SMA. Sehingga pada tahun 2017 Rp.162 juta, 2018 Rp.1,8 Milliar dan pada tahun 2019 berkembang pesat menjadi Rp. 2,7 milliar pendapatannya.

Luar biasa, ini sungguh membuat saya (karaeng nono) dan Ketua Komunitas Pemuda Pemerhati Bombo Ncera (Yuke) dan kawan-kawan mahasiswa yang lain semakin semangat membangun desa kami tercinta.

Kami percaya diri, bersama pemuda yang lain, yang ada di dana ro rasa optimis mampu melakukan hal itu.

Dengan harapan pemerintah desa, BUMDesa dan seluruh lapisan masyarakat dapat berpartisipasi penuh atas setitik niat baik kami. Karna tanpa dukungan dari pemerintah selaku pemangku kebijakan anggaran semua tidak akan bisa terwujud.

Bismillah. Mari memupuk kebersmaan dan mewujudkan danaro rasa Ncera yang berkemajuan. Simbol kemajuanpun adalah bahu membahunya kita sebagai masyarakat yang berkecimpung di dana ro rasa Ncera ta.

Malang, Rabu 8 Januari 2020

*Ketua Karang Taruna Desa Ncera Kec. Belo. Kab. Bima-NTB