Beranda Serba Serbi Salahuddin Al Ayyubi, Pemuda Penggerak Literasi di Bima

Salahuddin Al Ayyubi, Pemuda Penggerak Literasi di Bima

Salahuddin Al Ayyubi kini sangat akrab dikalangan anak-anak, karena bisa berbagi keceriaan lewat gerakan literasi.

BimaBagus, NTB.-
Gerakan literasi di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) kian menggeliat. Satu per satu rumah baca muncul. Para pegiatnya meluangkan waktu untuk berbagi bersama anak-anak.

Salah satu Rumah Baca yang eksis adalah dikelola pemuda 25 tahun, yakni Salahuddin Al Ayyubi. Pemuda asal Kecamatan Lambu ini, tidak hanya menggagas rumah baca di kediamannya. Namun, juga perpustakaan keliling.

Dia mendatangi satu desa ke desa lain yang belum memiliki rumah baca. Saban hari dilakoninya. Bahkan terkadang, mendatangi perkampungan yang cukup jauh.

Tidak hanya itu, jalan yang rusak, berbatu, hingga pernah terjatuh bersama motornya. Hal itu tidak menyurutkannya untuk mengajari anak-anak membaca, bercerita, menggambar, serta berbagi keceriaan.

“Pernah juga buku yang saya bawa jatuh di jalan,” kisahnya.

Salahuddin Al Ayyubi
Salahuddin sadar apa yang dilakukannya akan benyak mengeluarkan peluh. Apalagi tidak ada upah. Hanya spirit untuk menggairahkan generasi diujung timur Kabupaten Bima untuk semangat membaca yang terus membara. Apalagi mereka sangat miskin dengan akses buku.

Apa yang dilakukannya, rupanya mendapat banyak simpati. Bukupun mengalir dari berbagai pihak yang mendukung kegiatan literasi Rumah Baca Salahuddin Al Ayyubi ini. “Hingga kini banyak yang mengirimkan buku, sesuatu diluar dugaan saya,” ungkapnya.

Banyaknya kiriman buku dari luar Bima, seperti suntikan energi untuk memotivastinya untuk terus membudayakan membaca. Anak-anak pun bahagia, karena mendapat buku bacaan, apalagi diberi kesempatan untuk menceriakan isi buku.

“Sesuatu yang sebelumnya tidak pernah mereka peroleh. Apalagi di Bima sulit untuk mencari buku bacaan. Meskipun banyak kampus, tapi miskin toko buku,” terangnya.

Kesyukurannya bertambah, ketika mendapat penghargaan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip 5 Juli 2017. Apresiasi yang kembali memecut semangatnya untuk gerakan literasi.

Kompas Gramedia melalui Gerakan Literasi Nasional Nusantara, #AkuBaca, ikut menyalurkan Paket Buku Bergerak. Rumah baca Salahuddin Al Ayyubi didftarkan di Akun Instagram dan Like Facebook Fanpage Kompas Gramedia.

Apresiasi kembali muncul dengan terpilihnya dia sebagai Pemuda Pelopor tingkat Provinsi NTB tahun 2017 bidang Pendidikan. Alumni Universitas Mataram ini kian yakin, apa yang dilakukannya tidak sia-sia.

Sastra Go To School
Gerakan literasi dimulainya sejak 2014 lalu melalui program Sastra Go To School. Kegiatannya membaca dan menulis.
Salahuddin sendiri aktif dalam bidang sastra, menulis dan membaca puisi. Kegiatannya mendapat dukungan media lokal mingguan Garda Asakota. Setiap kegiatan dilakukannya dimuat. Kini sudah banyak media yang meliput aktifitas yang dilakukannya.

“Saya aktif dalam dunia menulis sejak tahun 2010 sampai sekarang.
Seringkali membaca puisi dari panggung ke panggung,” katanya pada bimabagus.com beberapa waktu lalu.

Sastra Go to School juga mendapat dukungan dari Unit Pelaksana Tehnis (UPT) Dinas Dikpora Kecamatan Lambu. Dari kegiatan ini mulailah berkembang gerakan literasi yang digagasnya. Mulai dari rumah baca, hingga perpustakaan keliling.

Menariknya, disetiap kegiatan perpustakaan keliling, Rumah Baca memberikan penghargaan kepada setiap siswa yang berprestasi dan tidak mampu.
Rumah bacanya juga memogramkan pembumian Alquran. Membagikan Iqra, Al Quran dan Juz Amma ke TPQ yang berada di setiap Desa di Kecamatan Sape dan Lambu.

Gerakan Literasi yang dilakukan bersama Babinsa Sape.
Bermitra dengan Babinsa
Untuk menumbuhkembangkan minat baca di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak, Rumah Baca Salahuddin Al Ayyubi bekerjsama dengan Koramil 1608-03/Sape menggelar kegiatan perpustakaan keliling.
Kerjasama ini untuk meningkatkan minat baca generasi penerus bangsa dan masyarakat umumnya. Sekaligus bentuk keprihatinan makin menurunnya minat baca di kalangan masyarakat.

“Kegiatan ini bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan pendidikan masyarakat. Baik dilakukan di desa terpencil maupun desa di wilayah kota,” katanya.

Salahudin menjelaskan, tidak hanya gelar membaca saja, tetapi beragam kegiatan yang dilaksanakan saat perpustakaan keliling itu. Di antaranya sosialisasi menumbuhkan minat baca, sosialisasi menjaga keutuhan NKRI, bercerita, menulis, melukis, mewarnai dan membaca puisi.

Katanya, seluruh anggotan Koramil 1608-03/Sape dan Klub Baca Sampela Kampo Nae, begitu bersemangat dan terampil dalam mengerahkan anak anak. Danramil 1608-03/Sape Kapten (Inf) Junaid, cukup peka mengamati keinginan anak anak saat proses belajar. Sangat terlihat dari pendekatan emosianal pada anak-anak.

Diisyaratkannya, kegiatan ini akan terus dilakukan melalui ekspansi dari desa ke desa. Maupun desa yang belum pernah tersentuh,” tegasnya.

Danramil 1608-03/Sape, Kapten (Inf) Junaid, menyampaikan apresiasinya tinggi terhadap Ketua Rumah Baca Salahuddin Al Ayyubi terhadap kerja kerasnya selama ini dalam mencerdaskan anak bangsa. “Kegiatan ini bukan untuk yang pertama kali diikuti, melainakan kesekian kalinya,” tuturnya.

Katanya, berbekal sepeda motor tuanya yang sering dipakai untuk sehari-hari, Ketua Rumah Baca begitu gigih mongoleksi buku untuk menjadi bahan bacaan yang layak. Buku itu didapatkannya dari donatur. “Bahkan, membelinya menggunakan uang hasil keringantnya,” ujarnya.

Dikatakannya, melihat kerja keras itu, Koramil semakin merespeknya. “Seyogyanya kegiatan Gemar Membaca ini sebagai wujud sinergitas Koramil 1608-03/Sape dengan Rumah Baca Salahuddin Al Ayyubi, dalam meningkatkan minat baca masyarakat. Khusunya para generasi penerus bangsa,” katanya.

Junaid berharap langkahnya itu dapat membantu perpustakaan dalam mengembangkan pendidikan nonformal kepada masyarakat luas. (*)

Penulis: Sofiyan Asy’ari